Selasa, 20 Oktober 2009

UMUM & PEMERINTAHAN

2010 Pembangunan Stadion Dimulai

Keerom- Pembangunan stadion di kampung Bate Distrik Arso sudah dipastikan akan dimulai awal tahun depan (2010), dengan anggaran Rp 5 Milyar. Diharapkan pembangunan awal ini dapat berjalan dengan baik.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud) Keerom, Oktovianus Nasadit, S.Sos pembangunan tahap awal itu dipastikan karena pembangunan stadion telah dianggarkan dalam APBD 2010 (Rp 5 M). itu baru pembangunan tahap awal dan rencanannya jika tahun-tahun yang akan datang akan dilanjutkan, sesuai kondisi keuangan.
“Bangun stadion itu tidak bisa satu kali langsung jadi semuanya harus bertahap. Dan 2010 awal pembangunan stadion Keerom, mudahan-mudahan berjalan dengan baik,” ujarnya saat ditemui dilingkungan Pemkab Keerom, Selasa kemarin.
Sejauh ini juga, ungkap Nasadit, pihaknya masih menunggu jumlah bantuan dari Pemerintah Pusat. “Waktu peletakan batu pertama ada janji dari Menpora akan membantu, namun sejauh ini kami belum mengetahui jumlahnya berapa. Kita tunggu saja kabarnya,” katanya.
Disinggung persoalan hak ulayat, Nasadit memastikan tidak ada persoalan lagi, karena telah ada pernyataan dari adat melepas tanah seluas 300 hektar untuk pembangunan stadion. Hanya saja dalam proses pembayaran akan dilakukan secara bertahap dan jumlahnya disesuaikan dengan tanah yang digunakan.
“Sudah ada pelepasan dari adat. Memang belum bayar, nanti dibayar sesuai dengan jumlah tanah yang digunakan pembangunan. Semisalnya tahun ini kita bangun 5 hekatar, jadi dibayar dulu 5 hektar itu. Jadi semuanya tidak sekaligus dibayar 300 hektar,” jelasnya.
Nasadit diakhir pembicaraan berharap pembangunan stadion Keerom berjalan dengan baik sehingga proses peningkatan keolahragaan dapat berjalan dengan baik. “Kami harap dukungan semua pihak, ini demi dunia olah raga kita disini,” pungkasnya.



Pendistribusian Beasiswa Harus Ditertibkan

Keerom- Adanya berbagai keluhan dari berbagai element terkait pembayaran beasiswa yang tidak jelas, ternyata mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Keerom. Yang berpikir harus ditinjau kembali tatanan cara pendistribusian beasiswa, apalagi kepada mahasiswa.
Wakil Bupati Keerom Drs Wahfir Kosasih, SH mengatakan hal itu sangat penting mengingat banyak keluhan bahwa ada mahasiswa yang sudah tidak aktif tapi masih menerima beasiswa. Jadi sebaiknya pendataan mahasiswa Keerom dilakukan kembali secara sempurna dan data-data itu dilaporkan kepada instansi terkait.
“Coba kalau kita data ulang lagi mereka (mahasiswa), mana yang masih aktif, mana yang sudah tidak aktif dan didata juga kebutuhan kuliah yang harus dibayar. Itu dilaporkan dan ditindak sesuai mekanisme,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya Rabu kemarin.
Nah untuk mengantisipasi penyusupan dari belakang, lanjut Wahfir, data-data yang telah dikroscek kebenarannya itu selanjutnya di SK-kan agar menjadi kekuatan hukum untuk menerima beasiswa. Sehingga sewaktu pembayaran petugas wajib meminta untuk menunjukkan SK baru dapat dibayar.
“Kalau seperti itukan tertib, yang punya SK yang terima beasiswa. Selain SK penerima beasiswa wajib menunjukkan bukti-bukti perkuliahan yang lain. Sehingga tidak ada keluhan seperti itu lagi,” tuturnya optimis.
Dan diharapkan dengan bantuan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa kedepan Keerom memiliki berbagai penerus yang mampu menjalankan roda pembangunan. Sehingga tercipta keinginan dan cita-cita.


Pemkab Keerom Kerja Sama Dengan ITB
“Tingkatkan Teknologi Pendidikan”

Keerom- Demi meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam bidang pemenuhan teknologi, Pemkab Keerom melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran melakukan kerja sama dengan Instutut Teknik Bandung (ITB).
Kepala Dinas Pendidikan & Pengajaran Keerom, Zakarias So menegaskan peluang ini harus diambil oleh setiap sekolah termasuk para guru yang merasa masih minim mengetahui perkembangan teknologi dunia pendidikan. Sebab kedepan teknologi menjadi salah satu batu loncatan perkembangan pendidikan.
“Kita harus belajar banyak, baik dari segi materi termasuk juga teknologi. Berbagai terobosan dilakukan kerja sama dengan ITB beserta univesitas lainnya untuk mencapai hal itu, jadi pergunakan dengan baik kesempatan ini,” ujarnya dalam sosialisasi penyelenggaraan program sarjana kependidikan bagi guru.
Kerja sama itu, lanjutnya menliputi berbagai teknologi yang selayaknya diterapkan di sekolah sehingga mampu bersaing dalam jaman era globalisasi. Selain itu mempersiapkan murid untuk turun ke masyarakat dengan berbekal pengetahuan teknologi yang mampu mencari maupun menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kita harus membekali murid sebaik mungkin sehingga mereka mampu bersaing, salah satunya teknologi. Jangan mereka sampai tidak tahu dengan berbagai perkembangan itu,” tutur So.
“Makanya guru juga harus belajar tentang teknologi, jangan sampai terjadi murid yang lebih tahu dari guru dan murid yang ajar guru tentang teknologi. Dadasri hal itu,” tambahnya.
Sehingga Dinas Pendidikan & Pengajaran berharap peran serta semua pihak untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan yang digalang tersebut. Sehingga putra-putri Keerom mampu bersaing.


Perlu Juga Kerja Sama Semua Pihak

Keerom- Terkait harapan Himaboda kepada anggota DPRD Keerom yang baru agar memperhatikan kontrol terhadap berbagai program pendidikan, sebelumnya Ketua Sementara Syahbudin, SP menyanggupinya, kini Wakil Ketua Sementara Nahom Wonda turut pula menyanggupi hal yang sama.
Namun hanya saja menurut Nahom selain kerja keras dari DPRD diperlukan juga kerja sama dari berbagai instansi terkait, salah satunya Himaboda sebagai lembaga yang memperhatikan pendidikan. Karena hasil tidak akan maksimal jika DPRD hanya bekerja sendiri.
“Untuk mengatasi masalah itu tidak hanya kami, kami juga membutuhkan peran serta wartawan, Himaboda terutama masyarakat. Hal itu terlebih terhadap masukan informasi,” ujarnya dikantornya Jumat pekan kemarin.
Walaupun komisi nanti terbentuk, Nahom pesimis akan berjalan maksimal jika hanya berharap keapada DPRD. Karena mengingat kondisi geografis Keerom yang luas dan pembangunan berada pada wilayah yang jauh, sangat dibutuhkan masukkan dari masyarakat.
“Kami tidak mungkin bias memantau semua program, masyarakatlah yang memiliki peran lebih besar dari kami. Jadi silakan bagi masyarakat untuk dating jika memang ada keluah terkait program pembangunan, DPRD akan menindaklanjutinya. Dna selain itu kami juga akan menggali berbagai temuan jika kedapatan,” tambah Nahom yang berasal dari Partai Demokrat.
Sehingga diharapkan kerja sama semua pihak untuk memuluskan kinerja DPRD Keerom. “Kami memang sudah berkomitmen untuk mengambil langkah sesuai aturan jika memang ada masalah seperti itu,” pungkasnya.

Tidak ada komentar: